Bottom 1


ShoutMix chat widget

Pages

Senin, 07 Mei 2012

Makalah Olahraga


MAKALAH
SEJARAH PERATURAN ATLETIK NOMOR LARI DAN TEHNIK-TEHNIK LARI


Disusun Oleh :

Nama                          : Erick Mabenga
NIM                            : 10133307
Kelas                           : PO1 I
Jurusan                      : Olahraga
Dosen Pembimbing   : Dra. Marsiyem, M Kes.




UNIVERSITAS BINA DARMA
JURUSAN OLAHRAGA
PALEMBANG
2012


KATA PENGANTAR

                  
                        Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan rahmmatNya  saya bisa menyelesaikan makalah  Pembelajaran  Pembahasan, “Sejarah Peraturan Atletik, Nomor Lari Dan Tehnik-Tehnik Lari”, yang  diasuh oleh Ibu Dra. Marsiyem, M Kes.

                        Penyusunan makalah ini, dilakukan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti, diharapkan semua yang membacanya dapat memahami tentang topik tersebut. “Tiada Gading Yang Tak Retak”, makalah ini jauh dari sempurna . Penyusun berharap kritik dan saran yang bersifat membangun.

                        Akhir kata, saya ucapkan terima kasih kepada Ibu Dra. Marsiyem, M Kes. Bagi teman-teman yang membacanya, semoga memberi manfaat dan menambah ilmu dan wawasan.




                                                                        Palembang,   November 2012


                                                                                    Penyusun






DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.............................................................................................. i
KATA PENGANTAR........................................................................................... ii
DAFTAR ISI......................................................................................................... iii

BAB I  PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang............................................................................................. 1
B.     Permasalahan................................................................................................ 1
C.     Tujuan.......................................................................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN
A.    Pengertian Atletik ....................................................................................... 2
B.     Sejarah Atletik............................................................................................. 2
C.     Peraturan Atletik.......................................................................................... 4
D.    Nomor-nomor Atletik ..............................................................................    7
E.     Tehnik-tehnik Lari ....................................................................................... 8

BAB III PENUTUP
Kesimpulan...................................................................................................... 10



DAFTAR PUSTAKA


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
            Olah raga atletik merupakan olah raga yang santai tapi berat,maksudnya yaitu dalam melakukan latihan kita bisa dengan santai tapi juga serius dalam latihan. Atletik juga bisa membangkitkan semangat kita untuk menjadi yang terbaik bagi diri kita sendiri dan bagi keluarga,masyarakat bahkan untuk Negara kita. Atletik kini bukan hanya sekedar hobi, tetapi juga Profesi. Seperti halnya dengan kegiatan yang lain.
Misalnya si A menyukai olah raga bola voli dan si A selalu di kontrak untuk bermain di tim lain. Si A tersebut bisa di katakan Hobi dengan bola voli bisa juga di katakan pemain bola voli. Disini kata pemain di artikan sebagai Profesi atau pekerjaan sebagai pemain bola voli. Begitu juga dengan  Atletik,kita bukan hanya hobi berlari atau jalan jauh,tetapi hobi kita tersebut bisa di tuangkan atau dipamerkan di depan umum,misalnya dalam Event Jalan cepat 5000 meter. Dalam kenyataannya atletik di pergunakan dalam olah raga lain.

B.     Perumusan Masalah
a.       Jelaskan Sejarah Atletik ?
b.      Jelaskan Peraturan Atletik?
c.       Jelaskan Nomor-nomor Atletik?
d.      Sebutkan Tehnik-tehnik Lari?
C.    Tujuan
Tujuan dari pembelajaran permasalahan ini yaitu untuk mengetahui dan memahami tentang pengertian dan sejarah atletik, peraturan dalam atletik serta tehnik-tehnik lari.




BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Atletik

Atletik berasal dari kata Yunani yaitu Atlon, Atlun yang berarti pertandingan atau perjuangan. Jadi atletik menurut Ensoklopedi Indonesia berarti Pertandingan dan Olah raga pada Atletik. Atletik yaitu suatu Cabang olah raga mempertandingkan Lari, Lompat, Jalan dan Lempar. Olah raga Atletik mula-mula di populerkan oleh bangsa Yunani kira-kira pada Abad ke-6 SM. Orang yang berjasa mempopulerkannya adalah Iccus dan Herodicus. Atletik yang terkenal sekarang sudah lain dari pada yang dilakukan oleh bangsa Yunani dulu. Tetapi walaupun demikian dasarnya tetap sama yaitu Berjalan, lari, lompat dan lempar. Karena mempunyai berbagai unsur inilah atletik dikatakan sebagai ibu dari segala cabang Olah raga. Mengandung berbagai unsur gerakan sehari-hari. Pada zaman Primitif sangat penting artinya untuk mencari nafkah dan mempertahankan hidup.

B.     Sejarah Atletik
Atletik pada jaman purba sebenarnya mempunyai gerakan dasar seperti lompat dan lempar yang telah dikenal oleh bangsa-bangsa primitif pada jaman pra sejarah. Bahkan dapat dikatakan, sejak adanya manusia, gerakan-gerakan itu telah dikenal.
Jika kita melakukan atletik dengan tujuan mencapai prestasi pada jaman modern ini, maka lain halnya dengan bangsa primitif pada jaman pra sejarah. Mereka melakukan gerakan-gerakan jalan, lari, lompat, dan lempar semata-mata untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya:
  • Mencari makan,
  • Mempertahankan diri dari serangan-serangan biatang buas,
  • Mengamankan diri terhadap keganasan alam (banjir, gempa bumi, letusan gunung berapi, dan lain-lain.
Meskipun gerakan-gerakan dasar ini telah dikenal sejak adanya manusia, tetapi perlombaan atletik yang telah dilaksanakan dalam catatan sejarah, baru terjadi pada jaman purba, sekitar 1000 tahun sebelum masehi.
Hal ini dapat diketahui dari buku-buku yang dikarang oleh pujangga Yunani, Homeros. Homeros behasil mengumpulkan cerita-cerita mythos dan legenda-legenda dari bangsa Yunani purba dan membukukannya. Dalam bukunya yang berjudul “Hiad”, pada bab 23 Homeros menceritakan dengan sangat terperinci tentang rangkaian perlombaan yang diselenggarakan sebagai penghormatan dalam upacara pemakaman jenazah Patroclus seorang sahabat karib dari Achilles.
Di bawah ini dikutipkan cerita dari buku Homeros yang berjudul “ILLIAD”.
Setelah upacara-upacara keagamaan yang dipersembahkan kepada dewa agung Sens dan dewa-dewa lainnya selesai, tibalah pada rangkaian perlombaan-perlombaan yang dinilai dengan lomba kereta berkuda. Lima orang peserta maju dan memasang kuda di depan kereta masing-masing, setelah itu melajukan kereta tersebut dengan mencambuk kuda, lalu terjadilah perebutan posisi depan. Setelah lomba kereta itu selesai, dilanjutkan dengan adu tinju sebagai lomba yang ketiga dalam pertandingan gulat. Odyssens seorang pegulat yang licin dan penuh tipu muslihat. Pegulat yang mempunyai daya yang indah dihadapkan dengan pegulat yang memiliki berat badan yang besar, yang hanya mengandalkan kekutan otot saja.
Setelah selesai mengadakan pertandingan, Odyssens berdoa dalam hatinya terhadap Dewi ATHENE dan dikabulkan, sehingga mereka memenangkan pertandingan itu. Sebagai penutup dari rangkaian perlombaan ini dilakukan suatu lomba lempar lembing. Yang keluar sebagai pemenang adalah Agamenon yang ternyata tidak ada tandingannya.
Demikian kutipan dari buku karangan Homeros yang berjudul “ILLIAD”. Bisa ditarik kesimpulan bahwa Yunani purba telah menyelenggarakan PERLOMBAAN ATLETIK. Dari kesimpulan di atas kita sudah bisa menjawab pertanyaan mengapa atletik disebut sebagai olahraga yang tertua.

C.    Peraturan Atletik
Estafet 1600 m
1. Garis selebar 5cm harus ditarik melintang lintasan guna memberi tanda
jarak tahapan lari dan menunjukan suatu batas.
2. Garis 5cm yang harus dibuat melintang pada 10m sebelum garis
lari tersebut guna menunjukkan lokasi zona pergantian tongkat dimana harus dimasukkan dalam pengukuran zona pergantian tersebut.

Dalam lomba 1600m, lari putaran pertama hingga ke empat, harus dilarikan pada lintasan terpisah atau masing-masing sepanjang 100m dari batas start.
Dalam lomba 1600m, pada pergantian tongkat pertama yang dilakukan oleh si atlet pelari tetap ada pada lintasan masing-masing sesuai dengan urutan yang ditentukan saat di lapangan dengan melihat siapa yang terlebih dahulu melewati jarak 200m saat akan masuk tikungan kedua dalam lintasan. Pelari kedua tidak diizinkan mulai berlari di luar daerah zona pergantian tongkatnya dan harus mulai start dari dalam zona ini. Begitu juga bagi pelari ke tiga dan ke empat harus mulai berlari dari dalam zonanya sendiri.
Pelari ke dua di tiap regu (estafet) boleh meninggalkan lintasannya segera setelah mereka melewati tanda keluar dari tikungan pertama 100m dari garis start yang diberi tanda dengan garis 5cm lebar melintang lintasan dan dengan sebuah bendera setinggi 1,5m ditempatkan di setiap sisi lintasan.
Start yang digunakan adalah start melayang

3. Check Mark
Apabila estafet dilarikan pada jalur yang terpisah, pelari boleh memasang tanda pada lintasan pada jalurnya sendiri, dengan menempelkan pita rekat pada lintasannya sendiri, tetapi bukan dengan kapur atau bahan lain. Untuk lintasan gravel atau rumput, pelari boleh membuat tanda dengan menggores lintasan pada jalurnya sendiri. Tidak boleh menggunakan tanda-tanda yang lain.

4. Tongkat Estafet
Tongkat harus dibawa ditangan selama lomba. Bila jatuh harus diambil oleh atlet yang menjatuhkannya. Dia boleh meninggalkan lintasannya untuk mengambil tongkat yang jatuh, asalkan proses pengambilan ini ini tidak merintangi atlet lain dan jatuhnya tongkat tidak harus menghasilkan suatu diskualifikasi.
Dalam semua lari estafet, tongkat estafet harus diberikan dari tangan ke tangan didalam zona pergantian tongkat. Pemberian tongkat ini dimulai apabila tongkat pertama kali disentuh oleh tangan pelari penerima dan berakhir kalau tongkat sudah ada di tangan pelari penerima, yang dimaksud dengan didalam zona pergantian tongkat hanya ditentukan oleh posisi tongkat dan ditentukan oleh posisi badan atau anggota badan si pelari.
Posisi tangan pemberi tongkat menghadap kearah penerima tongkat dengan menggunakan tangan sebelah kanan atau kiri. Begitu pula dengan tangan yang menerima tongkat.
Pelari kedua dan seterusnya diperbolehkan menunggu dan mengambil tongkat dari pelari sebelumnya 10 meter dari garis start.

Konstruksi tongkat :

Tongkat estafet harus dibuat dari pipa halus berlubang di tengah, terbuat dari kayu atau metal atau bahan lainnya dalam satu potong dengan panjang max. 30cm dan min. 28cm. keliling pipa ini antara 12-13cm, sedang berat pipa tidak boleh kurang dari 50 gram.
Tongkat estafet harus berwarna agar mudah dilihat dari kejauhan selama dibawa lari.

5. Pelari II, III, dan IV pada event 1600m, atas petunjuk juri harus
menempatkan diri pada posisi menunggu dalam urutan yang sama seperti anggota team regunya pada saat mereka mencapai 200m (setengah lintasan yang harus ditempuhnya). Sekali pelari yang datang telah melewati titik ini, pelari-pelari yan         g menunggu harus tetap memelihara urutan mereka dan tidak boleh menukar posisi pada permulaan atau menjelang zona pergantian tongkat.

6 .Pelari sesudah memberikan tongkat harus tetap berada di lintasannya atau petak pergantiannya sampai lintasan aman guna menghindari gangguan terhadap pelari lain. Bila seseorang pelari dengan sengaja menghalangi pelari dari regu lain yang berlari di luar posisi atau lintasan ini, dan dapat dikenakan diskualifikasi bagi regunya.
7 .Memberi bantuan dengan jalan mendorong pelari atau dengan jalan lain akan berakibat diskualifikasi.
8. Sekali perlombaan estafet dimulai , hanya ada dua orang tambahan atlet dapat digunakan sebagai pengganti dalam susunan regu untuk babak berikutnya
D.    Nomor-Nomor Atletik
1. Untuk nomor lari
Pelari jarak 100 meter, taktik dalam start sangat penting yaitu pada saat keluar dari garis start usahakan secepat mungkin dibandingkan dari atlet lainnya. Yang berperan dalam start ini adalah waktu reaksi yang dipunyai si atlet. Latihan waktu reaksi sangat diperlukan untuk mendukung taktik start ini. Setelah start taktik selanjutnya adalah tergantung dari kecepatan pelari yaitu secepat mungkin pelari menuju garis finis dan melewatinya.
Pelari jarak 200 meter atau lebih, taktinya tergantung kemampuan energi yang dimiliki dan dapat mengontrol dibelakang pelari lintasan. Pada jarak sekitar 80 meter dari garis start usahakan tetap bisa mengontrol pelari tercepat pada hitungan  tersebut, kemudian pada jarak tertentu sebelum finis dipertimbangkan kemampuan sprint yang dimiliki dan pelari yang lain.

b. Untuk Nomor Lempar
Pelempar yang penting lolos pada babak berikutnya. Pada taktik ini pelempar belum mengeluarkan kemampuan yang dimiliki seluruhnya yang penting pelempar masuk pada 8 besar. Setelah masuk babak final, pelempar baru mengeluarkan kemampuan yang sesungguhnya (100%). Pada babak final yang penting adalah akurasi ketepatan dan kepercayaan diri yang tinggi. Tergantung pula pada kebiasaan latihan atau pada lomba sebelumnya atau pada lomba yang lebih rendah tingkatannya, akan diketahui pada lemparan keberapa dapat melempar yang paling optimal.

c. Untuk Nomor Lompat
Tujuan dari taktik pada nomor lompat adalah untuk mengacaukan lawan. Taktik yang biasanya dilakukan oleh pelompat adalah menggunakan haknya untuk tidak melompat atau “pas”. Misalnya pada lompatan pertama gagal, kemudian lompatan kedua “pas”, selanjutnya lompatan ketiga digunakan haknya untuk emlompat atau “pas” lagi. Hal tersebut diatas dengan mempertimbangkan hasil lompatan lawan yang dibandingkan dengan hasil lompatannya sendiri pada lomba sebelumnya atau pada saat latihan dan juga pertimbangan pengaturan energi yang digunakan.

E.     Tehnik-Tehnik Lari
Teknik berlari merupakan unsur gerakan yang dapat menunjang pelari untuk mencapai hasil kecepatan yang maksimal. Setelah melakukan gerakan start dengan langkah-langkah peralihan yang meningkat makin lebar dan condong badan- yang berangsur-angsur berkurang,kemudian dilanjutkan dengan gerakan lari cepat.

Cara melakukan gerakan lari cepat sebagai berikut:
Pada waktu melakukan gerakan lari sprint harus memperhatikan hal-hal berikut :
1. Sikap badan condong kedepan
2. Langkah atau gerakan kaki harus lebih panjang dan secepat mungkin
3. Gerakan lengan terayun secara wajar
4. Pada saat pendaratan kaki harus selalu pada ujung telapak kaki
5. Pada saat akan melewati garis finish
 Teknik melewati garis finis terbagi menjadi tiga yaitu :
a.   Dengan lari terus secepat-cepatnya melawati garis finish dengan tidak mengubah posisi berlari.
b.   Saat akan menyentuh pita atau melewati garis finish, dada dicondongkan kedepan.
c.   Saat akan menyentuh pita atau melewati garis finish dada diputar sehingga salah satu bahu maju kedepan terlebih dahulu.



6.         Kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi pada waktu start jongkok
Saat mengangkat panggul dengan gerakan yang terlalu cepat dan mendadak sehingga mengganggu keseimbangan berat badan. Mengangkat panggul terlalu tinggi sehingga waktu melakukan gerakan start terlalu cepat lari tegak dan ini akan mengurangi kecepatan start. Leher terlalu jenuh atau kaku karena pandangan terlalu jauh kedepan dan ini akan mengurangi lajunya kecepatan start. Kesalahan tersebut sapat diperbaiki dengan jalan atlet melakukan latihan yang berulang-ulang.




















BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

Dalam penulisan makalah ini yang berjudul “sejarah, peraturan atletik, nomor lari dan tehnik-tehnik lari” maka dapat disimpulkan bahwa Atletik merupakan induk dari segala cabang Olahraga karena terdapat gerakan yang sering di lakukan pada aktivitas sehari-hari.






















DAFTAR PUSTAKA


Manuaba, A. 1996.  Pemanfaatan Ergonomi dan Fisiologi Olahraga untuk 
         Pembangunan Manusia dan Masyarakat Indonesia Seutuhnya.  Denpasar:
        Program Pascasarjana Ergonomi dan Fisiologi Olahraga

Muhajir. 2007 Pendidikan Jasmani,Olahraga dan Kesehatan SMA . Jakarta :  
       Erlangga

Muhajir. 2005 Pendidikan Jasmani,Olahraga dan Kesehatan SMA . Jakarta :
       Erlangga

Abidin, Akros. 2003 Pedidikan Jasmani dan Kesehatan SMP . Jakarta : Erlangga


http://www.Google.com


Download disini

Jumat, 20 April 2012

Makalah Olahraga Renang

MAKALAH
OLAHRAGA  RENANG








Disusun Oleh :

Nama                          : Erick Mabenga
NIM                            : 10133307
Kelas                           : PO3 I
Jurusan                        : Olahraga



UNIVERSITAS BINA DARMA
JURUSAN OLAHRAGA
PALEMBANG
2011


KATA PENGANTAR

                  
Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan rahmmatNya  saya bisa menyelesaikan makalah  Pembelajaran  Pembahasan, “Olahraga Renang.

            Penyusunan makalah ini, dilakukan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti, diharapkan semua yang membacanya dapat memahami tentang topik tersebut. makalah ini jauh dari sempurna . Penyusun berharap kritik dan saran yang bersifat membangun.

            Akhir kata, saya ucapkan terima kasih kepada dosen pegasuh, sehingga dapat terselesaikannya makalah ini dengan baik. Bagi teman-teman yang membacanya, semoga memberi manfaat dan menambah ilmu dan wawasan.
                       



                                                                        Palembang,   Desember  2011


                                                                                    Penyusun







DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.............................................................................................. i
KATA PENGANTAR........................................................................................... ii
DAFTAR ISI......................................................................................................... iii


PEMBAHASAN
A.    Sejarah Olahraga Renang............................................................................. 1
B.     Olahraga Renang.......................................................................................... 2
C.     Gaya Renang ............................................................................................... 2

PENUTUP
Kesimpulan................................................................................................. ....... 7


DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 8




PEMBAHASAN

A.    Sejarah Olahraga Renang

Manusia sudah dapat berenang sejak zaman prasejarah, bukti tertua mengenai berenang adalah lukisan-lukisan tentang perenang dari Zaman Batu telah ditemukan di "gua perenang" yang berdekatan dengan Wadi Sora di Gilf Kebir, Mesir barat daya. Catatan tertua mengenai berenang berasal dari 2000 SM. Beberapa di antara dokumen tertua yang menyebut tentang berenang adalah Epos Gilgamesh, Iliad, Odyssey, dan Alkitab (Kitab Yehezkiel 47:5, Kisah Para Rasul 27:42, Kitab Yesaya 25:11), serta Beowulf dan hikayat-hikayat lain. Pada 1538, Nikolaus Wynmann seorang profesor bahasa dari Jerman menulis buku mengenai renang yang pertama, Perenang atau Dialog mengenai Seni Berenang (Der Schwimmer oder ein Zwiegespr├Ąch ├╝ber die Schwimmkunst).
Perlombaan renang di Eropa dimulai sekitar tahun 1800 setelah dibangunnya kolam-kolam renang. Sebagian besar peserta waktu itu berenang dengan gaya dada. Pada 1873, John Arthur Trudgen memperkenalkan gaya rangkak depan atau disebut gaya trudgen dalam perlombaan renang di dunia Barat. Trudgen menirunya dari teknik renang gaya bebas suku Indian di Amerika Selatan. Renang merupakan salah satu cabang olahraga dalam Olimpiade Athena 1896. Pada tahun 1900, gaya punggung dimasukkan sebagai nomor baru renang Olimpiade. Persatuan renang dunia, Federation Internationale de Natation (FINA) dibentuk pada 1908. Gaya kupu-kupu yang pada awalnya merupakan salah satu variasi gaya dada diterima sebagai suatu gaya tersendiri pada tahun 1952.

 

 

 

B.     Pengertian Renang
Berenang adalah gerakan sewaktu bergerak di, dan biasanya tanpa perlengkapan buatan. Kegiatan ini dapat dimanfaatkan untuk dan. Berenang dipakai sewaktu bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya di air, mencari ikan, mandi, atau melakukan .
Berenang untuk keperluan rekreasi dan kompetisi dilakukan orang di . Manusia juga berenang di , di , dan di sebagai bentuk rekreasi. membuat tubuh sehat karena hampir semua otot tubuh dipakai sewaktu berenang.

C.    Gaya renang

Dalam renang untuk rekreasi, orang berenang dengan gaya dada, gaya punggung, gaya bebas dan gaya kupu-kupu. Gaya renang yang dilombakan dalam perlombaan renang adalah gaya kupu-kupu, gaya punggung, gaya dada, dan gaya bebas. Dalam lomba renang nomor gaya bebas, perenang dapat menggunakan berbagai macam gaya renang, kecuali gaya dada, gaya punggung, dan gaya kupu-kupu. Tidak seperti halnya gaya dada, gaya punggung, dan gaya kupu-kupu, Federasi Renang Internasional tidak mengatur teknik yang digunakan dalam nomor renang gaya bebas. Walaupun demikian, hampir semua perenang berenang dengan gaya krol, sehingga gaya krol (front crawl) digunakan hampir secara universal oleh perenang dalam nomor renang gaya bebas.

1.      Gaya bebas

Gaya bebas adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua belah tangan secara bergantian digerakkan jauh ke depan dengan gerakan mengayuh, sementara kedua belah kaki secara bergantian dicambukkan naik turun ke atas dan ke bawah. Sewaktu berenang gaya bebas, posisi wajah menghadap ke permukaan air. Pernapasan dilakukan saat lengan digerakkan ke luar dari air, saat tubuh menjadi miring dan kepala berpaling ke samping. Sewaktu mengambil napas, perenang bisa memilih untuk menoleh ke kiri atau ke kanan. Dibandingkan gaya berenang lainnya, gaya bebas merupakan gaya berenang yang bisa membuat tubuh melaju lebih cepat di air.
Gaya bebas merupakan gaya yang tidak terikat dengan teknik-teknik dasar tertentu. Gaya bebas dilakukan dengan beraneka ragam gerakan dalam berenang yang bisa membuat perenang dapat melaju di dalam air. Sehingga gerakan dalam gaya bebas bisa di gunakan oleh beberapa orang, baik yang sudah terlatih maupun para pemula.

2.      Gaya dada

Gaya dada merupakan gaya berenang paling populer untuk renang rekreasi. Posisi tubuh stabil dan kepala dapat berada di luar air dalam waktu yang lama. Gaya dada atau gaya katak (gaya kodok) adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air, namun berbeda dari gaya bebas, batang tubuh selalu dalam keadaan tetap. Kedua belah kaki menendang ke arah luar sementara kedua belah tangan diluruskan di depan. Kedua belah tangan dibuka ke samping seperti gerakan membelah air agar badan maju lebih cepat ke depan. Gerakan tubuh meniru gerakan katak sedang berenang sehingga disebut gaya katak. Pernapasan dilakukan ketika mulut berada di permukaan air, setelah satu kali gerakan tangan-kaki atau dua kali gerakan tangan-kaki.
Dalam pelajaran berenang, perenang pemula belajar gaya dada atau gaya bebas. Di antara ketiga nomor renang resmi yang diatur Federasi Renang Internasional, perenang gaya dada adalah perenang yang paling lambat.


Tips :
1)      Ketika mulai belajar tangan berpegangan pada pinggir kolam, kemudian gerakkan kaki seperti di atas. Lakukan sampai lancar
2)      Kemudian Anda bisa meminta seorang teman untuk memegangi tangan Anda, sehingga Anda bisa menyeberangi kolam dengan menggerakkan kaki dan tangan tetap dipegangi teman Anda. Untuk anak-anak, orang tua / pelatih renang bisa melakukan ini.
Nb.
Kaki seringkali tidak mengapung di permukaan air, melainkan terlalu ke bawah. Hal ini dikarenakan kepala tidak masuk ke dalam air.
Oleh karena itu saat berlatih kaki ini sekaligus dijadikan sebagai sarana untuk berlatih gerakan kepala untuk mengambil nafas nantinya. Hal ini dilakukan dengan cara memasukkan kepala ke dalam air selama belajar gerakan kaki dan menaikkan kepala hanya bila mau mengambil nafas.
3)      Setelah lancar, maka sekarang kita agak ke tengah kolam. Kemudian kita mengapungkan badan (seperti posisi meluncur) dan gerakkan kaki gaya dada seperti di atas sampai ke pinggir kolam. Lakukan sampai lancar.
4)      Setelah itu sekarang mulai belajar menggerakkan tangan. Lakukan 2 atau 3 kali gerakan kaki, kemudian baru gerakkan tangan gaya dada seperti di atas. Begitu seterusnya, lakukan sampai lancar.
5)      Setelah cukup lancar, maka mulailah belajar mengambil nafas. Ketika tangan bergerak ke samping, maka naikkan kepala sedikit ke atas permukaan air dan langsung ambil nafas. Lakukan sampai lancar
6)      Kemudian berlatihlah lebih ke tengah dan berenang untuk mencapai pinggir kolam. Lakukan terus sampai bisa selebar kolam renang.
Setelah lancar, mulailah perbaiki gaya renang gaya dada Anda. Gerakan kaki dan tangan bergantian yaitu 1 kali gerakan kaki, 1 kali gerakan tangan dan ambil nafas. Gerakan tangan jangan terlalu lebar, melainkan agak ke bawah (hal ini akan memberikan dorongan yang lebih kuat sekaligus memudahkan pengambilan nafas).

3.      Gaya punggung

Sewaktu berenang gaya punggung, orang berenang dengan posisi punggung menghadap ke permukaan air. Posisi wajah berada di atas air sehingga orang mudah mengambil napas. Namun perenang hanya dapat melihat atas dan tidak bisa melihat ke depan. Sewaktu berlomba, perenang memperkirakan dinding tepi kolam dengan menghitung jumlah gerakan.
Dalam gaya punggung, gerakan lengan dan kaki serupa dengan gaya bebas, namun dengan posisi tubuh telentang di permukaan air. Kedua belah tangan secara bergantian digerakkan menuju pinggang seperti gerakan mengayuh. Mulut dan hidung berada di luar air sehingga mudah mengambil atau membuang napas dengan mulut atau hidung.
Sewaktu berlomba, berbeda dari sikap start perenang gaya bebas, gaya dada, dan gaya kupu-kupu yang semuanya dilakukan di atas balok start, perenang gaya punggung melakukan start dari dalam kolam. Perenang menghadap ke dinding kolam dengan kedua belah tangan memegang besi pegangan. Kedua lutut ditekuk di antara kedua belah lengan, sementara kedua belah telapak kaki bertumpu di dinding kolam.
Gaya punggung adalah gaya berenang yang sudah dikenal sejak zaman kuno. Pertama kali diperlombakan di Olimpiade Paris 1900, gaya punggung merupakan gaya renang tertua yang diperlombakan setelah gaya bebas




4.      Gaya kupu-kupu

Gaya kupu-kupu atau gaya dolfin adalah salah satu gaya berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua belah lengan secara bersamaan ditekan ke bawah dan digerakkan ke arah luar sebelum diayunkan ke depan. Sementara kedua belah kaki secara bersamaan menendang ke bawah dan ke atas seperti gerakan sirip ekor ikan atau lumba-lumba. Udara dihembuskan kuat-kuat dari mulut dan hidung sebelum kepala muncul dari air, dan udara dihirup lewat mulut ketika kepala berada di luar air.
Gaya kupu-kupu diciptakan tahun 1933, dan merupakan gaya berenang paling baru. Berbeda dari renang gaya lainnya, perenang pemula yang belajar gaya kupu-kupu perlu waktu lebih lama untuk mempelajari koordinasi gerakan tangan dan kaki.
Berenang gaya kupu-kupu juga menuntut kekuatan yang lebih besar dari perenang. Kecepatan renang gaya kupu-kupu didapat dari ayunan kedua belah tangan secara bersamaan. Perenang tercepat gaya kupu-kupu dapat berenang lebih cepat dari perenang gaya bebas. Dibandingkan dalam gaya berenang lainnya, perenang gaya kupu-kupu tidak dapat menutupi teknik gerakan yang buruk dengan mengeluarkan tenaga yang lebih besar








KESIMPULAN


Pelaksanaan program  olahraga pada umumnya dan olahraga renang pada kususnya terutama pada saat pembinaan di perkumpulan renang diperlukan beberapa factor yaitu: kualitas pelatih, penyusunan program latihan, pelaksananaan latian kondisioning, pelasanaan program latihan, penggunaan alat dan fasilitas dan evaluasi latihan.























DAFTAR PUSTAKA


Russel, R. 1989. Swimming for Life. London : Penguin Group. Page : 7 – 42, 50 – 53.

Yunus, F. 1997. Faal Paru dan olahraga. Jurnal Respirologi Indonesia, 17, 100 – 105.







Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More